Selasa, 22 September 2015

RUPIAH TEMBUS ANGKA 14.552/US$

nilai tukar rupiah terhadap US$ hari ini 22/09/2015 kembali melemah, harga penutupan hari ini Rp14.552/US$, atau terdepresi 0,66% atau 66 poin, langkah Bank Indonesia untuk melakukan intervensi moneter dengan mengucurkan cadangan devisa yang di harapkan meguatkan nilai tukar Rupiah, tetapi jalan tersebut belum efektif, rupiah malah terpuruk, dalam perdagangan hari ini rupiah sempat menguat ke Rp 14.433/US$ kemudian melemah ke angka Rp 14.554/US$ sebelum akhirnya di tutup di angka Rp 14.552/US$.

salah satu faktor penyebab terus turunnya nilai Rupiah tersebut adalah faktor ketidak pastian pasar uang dunia setelah The fed menunda kenaikan suku bunga.
kebijakan ekonomi yang di luncurkan pemerintah baru baru ini memang belum di rasakan secara efektif dalam waktu pendek, kebijakan tersebut belum mampu membendung terkoreksinya nilai tukar rupiah ke level terendah sejak Krisis Moneter 98.
perlambatan ekonomi yang sekarang ini berlangsung di khawatirkan akan semakin parah dan cendrung memasuki fase krisis, walaupun secara tegas Pemerintah menolak bahwa Indonesia berada pada ambang krisis ekonomi, tetapi hal tersebut sebenarnya bisa di nilai langsung oleh para pelaku bisnis apakah ini hanya perlambatan ataukah sudah Krisis.
ciri ciri krisis sebenarnya sudah sangat jelas, seperti melemahnya Nilai mata Uang, kemudian PHK masal yang di lakukan perusahaan terhadap para pekerjanya karena perusahaan sudah tidak sanggup memenuhi biaya produksi akaibat semakin mahalnya bahan baku dan menurunnya daya beli masyarakat sehingga banyak di antaranya dengan terpaksa melakukan beberapa langkah penyelamatan perusaahaan dengan cara menghapuskan lenbur, mengurangi shift kerja bakan ketika langkah tersebut dinilai sudah tidak bisa di lakukan maka banyak perusahaan yang menutup operasional dan produksi nya secara total maka PHK lah pilihannya.
berdasarkan data dari kementrian Tenaga Kerja sampai dengan priode 25 Agustus 2015, tercatat 26.506 orang di PHK dengan jumlah terbesar berada di Jawa Barat sebanyak 12.000 orang, Banten 5.424 oarang, Jawa Timur 3.219 orang, Kalimantan Timur 3.128 orang di susul DKI Jakarta sebanyak 1.430 orang.
   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar