Senin, 31 Agustus 2015

PERSOALAN JATI GEDE YANG BELUM PERNAH TEREKSPOS

Proyek pembangungan Waduk Jati Gede yang sudah di rencanakan dari Tahun 1950, yang akan menenggelamkan 28 desa di 6 kecamatan yang berada di Kabupaten Sumedng Jawa Barat, proyek tersebut menggusur 30.000 jiwa penduduknya yang harus terpaksa hengkang dari tanah kelahirannya "Lembur matuh banjar pamidangan" kalau menurut orang sunda menyebut tanah kelahiranya.
pada hari ini sesuai Intruksi Presiden Joko Widodo waduk tersebut mulai di genangi air.
terlalau banyak persoalan di balik pembangunan waduk jati gede tapi mungkinkah persoalan itu akan selesai dan kemudian hilang tenggelam bersama terwujudnya mega proyek Waduk Jati Gede.
persoalan yang di sorot di media sekarang ini hanyalah persoalan ganti rugi, tetapi di balik semua itu masih banyak persoalan lainnya yang tidak pernah terekspos kepermukaan berikut ini akan kami sampaikan sekelumit persoalan yang ada di Jati Gede:
1.      Masalah Budaya dan Spiritual:
A.    Lebih dari 25 Situs Cagar Budaya terancam rusak/ ditenggelamkan, Situs melekat pada koordinat tempatnya, tidak bisa direlokasi atau dipindah.
B.  Situs- situs Cagar Budaya merupakan bagian dari keyakinan spiritual masyarakat setempat sehingga jangan sampai Tragedi Mbah Priukterjadi di Jatigede.
C. Tragedi Dam Rasi Salai di Thailand dapat terjadi Jatigede, masyarakat berdiri dihadapan bendungan pada saat peresmian penggenangan sehingga Pemerintah Thailand akhirnya membatalkan penggenangan.
2.      Masalah Geologi : 
     Lokasi bendungan berada di daerah soft geology yang rawan/ labil karena berada pada lempeng/ sesar aktif Baribis, pergerakan lempengnya setiap saat dapat menyebabkan ambrolnya bendungan. Potensi bencana geologis dengan resiko terbesar dalam sejarah Indonesia harus dipertimbangkan dengan acuan sebagai berikut:
-       Bendungan Jatigede apabila digenangi secara penuh dan ambrol sangat membahayakan, 1 milyar m3 air bisa tumpah dan menimbulkan Tsunami bagi masyarakat di hilir bendungan. Situ Gintung volumenya 1 juta m3 sehingga apabila Jatigede Ambrol dampaknya 1000 kali Jebolnya Situ Gintung.
-     Ambrolnya Bendungan Banqiao di China tahun 1975 telah menewaskan 231.000 Jiwa, jangan sampai kejadian tersebut terjadi di Indonesia.
-   Sudah ada uga/ ramalan dari leluhur bahwa apabila Bendungan Jatigede digenangi sampai menenggelamkan situs- situs cagar budaya maka akan membangunkan “Keuyeup Bodas” yang akan menjebol bendungan. Mithos “Keuyeup Bodas” secara geologi diyakini berkaitan erat dengan Lempeng Aktif Baribis yang secara kasat mata dapat dilihat sangat dekat dengan fisik bendungan Jatigede, masyarakat menyebutnya Bukit Pareugreug.
-      Bencana yang ditimbulkan akibat pergerakan lempeng aktif adalah Tsunami Aceh 26 Desember 2004 dimana Lempeng Hindia bertubrukan dengan Lempeng Burma yang menimbulkan gempa lebih dari 9 skala richter.
3.    Masalah Lingkungan: 
  Terdapat 1389 Hektar Hutan Perhutani dihuni oleh sekitar 810.000 pohon dengan berbagai keanekaragaman hayatinya yang terancam akan ditebang karena lokasinya persis di depan fisik bendungan. Sangat ironis membangun bendungan penampung air namun justru akan menebang ratusan ribu pohon yang berfungsi sebagai sumber air. Tidak mengherankan apabila di musim kemarau banyak bendungan yang mengalami kekeringan;
4.      Masalah Sumber Daya Alam: 
    Kekayaan keanekaragaman hayati daerah genangan Jatigede sangat baik terdiri dari pertanian (Sawah Subur minimal dua kali panen, banyak yang tiga kali), peternakan sapi dan domba, perkebunan, tanaman hortikultura, tanaman obat, perikanan air tawar dan lainnya. Kabuyutan Cipaku seharusnya menjadi contoh Desa Mandiri karena merupakan desa agraris yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri / “Self Suistained Village”. Jangan sampai menenggelamkan yang sudah baik dan mengejar yang belum tentu baik.
5.      Masalah Sosial:  
    Bendungan merusak tatanan sosial dan budaya masyarakat yang sudah terbentuk di kampung buhun Kabuyutan Cipaku yang merupakan Desa Mandiri, self sustained village yang seharusnya menjadi contoh desa di Indonesia;
6.      Masalah Ekonomi: 
      Lebih dari 16.000 Kepala Keluarga yang saat ini mendiami daerah genangan bendungan akan kehilangan rumah dan mata pencahariannya sehingga berpotensi menambah kemiskinan di Indonesia;
7.      Masalah Sedimentasi: Saat ini Sungai Cimanuk sedang sakit karena terjadi erosi dibagian hulunya sehingga arus sedimentasi yang sangat tinggi akan memperpendek umur bendungan juga akan memperpendek umur turbin PLTA;
8.      Masalah Efektifitas Bendungan: Lahan pertanian di hilir bendungan semakin berkurang karena alih fungsi Lahan di hilir bendungan yaitu Daerah Pantura telah menjadi kawasan pabrik, industri, perumahan, jalan tol, bandara, dan lainnya;
9.      Masalah Konflik Agraria: Terdapat beberapa konflik agraria yang masih belum terselesaikan diantaranya:
*     Lebih dari 12.000 komplain masyarakat yang teridentifikasi oleh BPKP yang harus diselesaikan oleh Pemerintah dari mulai pembebasan lahan yang salah/ kurang/ belum di bayar, salah klasifikasi lahan, dan lainnya.
*     Pembebasan tanah tahun 1982 – 1986 masyarakat hanya menerima 1/14 dari total pembayaran yang seharusnya karena seharusnya dibayarkan per meter persegi namun yang diterima per bata/ per tumbak (1 bata = 14 m2) sehingga masyarakat menganggap pemerintah baru membayar uang muka sebesar 1/14 atau sekitar 7%, dan setelah 30 tahun tidak ada realisasi maka transaksi batal (banyak masyarakat yang masih menganggap tanah dan rumah adalah milik mereka sendiri sehingga patok atau plang tanah milik negara pun dicabut).
*     Untuk pembebasan tanah dan bangunan setelah tahun 1986 pembayaran telah selesai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

*     Pemerintah harus menggelontorkan dana APBN yang cukup besar untuk menyelesaikan masalah- masalah tersebut di atas.

Minggu, 30 Agustus 2015

500 Ribu orang indonesia akan jadi pengaguran di tahun ini

by: Raditya Reza
di perkirakan jumlah penganguran akan mencapai 500 ribu orang di tahun ini akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi di I ndonesia, hal ini seperti di katakan Direktur Sustainable Development Indonesia, Drajat Wibowo
Ia berbendapat Indonesia sekarang berada dalam kondisi menghawatirkan." berdasarkan pertumbuhan tahun 2014 elastisitas penyerapan lapangan kerja, penyediaan lapangan kerja sekitar 538 ribu per satu persen pertumbuhan. kalau kalau kondisinya tetap seperti itu, tahun ini bisa ada tambahan setengah juta pengangguran baru. ini besar sekali untuk indonesia,angka tersebut berasal dari berbagai sektor yaitu sektor pertambangan, perkebunan dan industri.
berdasarkan pemaparan tersebut secara sedrhana kita bisa menghitung seandainya saja 500.000 orang yang di PHK tadi menanggung 3 oarang berarti akan ada 1.500,000 orang lagi akan terkena dampak langsung karena yang biasanya jadi penopang hidup mereka sekarang sudah tidak memiliki lagi pekerjaan.
dengan kondisi tersebut sudah sepatutnya pemerintah melakukan reaksi super cepat untuk meenaggulanginya, karena akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia kalau angka pengguran jadi membludak sebegitu besar.
Pemerintah harus lebih peka
di butuhkan kepekaan dari pemerintah untuk bisa  mengatasinya, pemerintah di harapkan bisa lebih peka terhadap persoalan rakyat secara langsung dengan menggulirkan kebijakan yang pro rakyat dan bersifat langsung pada pokok persoalan yang sangat mendesak ini.
momentum 1 september dimana buruh berencana berunjuk rasa ke Istana Negara di harapkan menjadi tonggak dasar pemerentah mengambil kebijakan yang berpihak pada Rakyatnya.

Sabtu, 29 Agustus 2015

PEMERINTAH JANGAN HANYA MEMBERI ANGIN SURGA DAN JANJI MANIS

RAKYAT MENJERIT BURUH BERTERIAK
by:raditya reza
rakyat sudah menjerit buruh pun berteriak karena mereka di PHK mereka memerlukan bantuan pemerintah secara langsung dan tidak hanya di beri janji manis dan angin surga .sudah saatnya pemerintah membangun pusat krisis atau apapun namanya, dengan tujuan utama menangulangi permasahan yang sangat mendesak berkaitan dengan adanya pelambatan pertumbuhan ekonomi salah satu yang mendesak adalah penanganan buruh yang terdampak akibat perlambatan ekonomi ini.
menurut beberapa sumber sekarang ini lebih dari 100 ribu orang terdampak langsung baik berupa PHK maupun pengurangan jam kerja mereka, jumlah tersebut belum termasuk jumlah buruh yang terkatung katung nasibnya akibat statusnya tidak jelas, dalam hal ini di PHK tidak namun tempatnya bekerja terus tutup, jumlah ini jauh lebih besar karena berda di sektor informal yang tidak terdaftar dalam serikat buruh manapun atau para buruh industri sekala kecil dan industri rumah tangga.
pusat krisis tersebut adalah untuk merangkul para buruh yang terdampak dengan memberikan bantuan secara langsung seperti program jaring pengaman sosial seperti program padat karya dan lainnya, sehingga mereka masih bisa bertahan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
setelah langkah itu berikan mereka kesempatan untuk mampu berwiraswasta melalui program pelatihan dan sebaginya yang selanjutnya memberikan fasilitas pengembangan kemampuan mereka berupa pengucuran kredit lunak berjangka waktu tertentu seperti  KUR atau sejenisnya, yang di harapkan mereka bisa mandiri dan tidak tergantung terus menjadi buruh atau pekerja saja, sehingga sektor UKM baru akan banyak tumbuh dan menopang perekonomian bangsa.
langkah lainnya adalah memberikan insentif bagi perusahan perusahaan yang berkomitmen untuk tidak mem PHK kan karyawannya walaupun situasi semakin berat bagi para pengusaha, sehingga perusahaan tersebut bisa terus bertahan dan PHK tidak berkelanjutan.
JANGAN KECEWAKAN RAKYAT
gembar gembor pemerintah bahwa duit itu ada harusnya bisa di realisasikan dan di buktikan dalam kondisi mendesak untuk menyelamatkan rakyatnya, jangan hanya mencanangkan program yang sifatnya angan angan dan janji manis semata hanya untuk menenangkan hati rakyat yang sedang kesulitan, berikanlah porsi lebih besar pada program yang sifatnya ril dan bisa langsung di rasakan rakyat Indonesia.
kekecewaan buruh akan sangat memuncak ketika mereka tidak di perhatikan hal itu tampak dari adanya rencana aksi buruh 1 September, reaksi kekecewaan ini harus cepat di respon pemerintah melalui gebrakan nyata dan langkah kongkrit agar kekecewaan tadi tidak berlanjut pada hilangnya kepercayaan rakyat.


Jumat, 28 Agustus 2015

SEJARAH: KILAS PEJALANAN NILAI RUPIAH


By: Raditya Reza
Rupiah sebagai mata uang Indonesia telah mengalami sejarah panjang sampai saat ini.  Tulisan ini dibuat karena keawaman penulis dan rasa penasaran mengapa kurs rupiah cenderung melemah sejak dahulu dibandingkan kurs yen terhadap dollar Amerika.  Sebagai contoh di tahun 1970 1 USD = Rp.  378 dimana pada saat itu nilai tukar terhadap yen adalah ¥ 360, tetapi sekarang nilai tukar 1 USD terhadap rupiah berkisar Rp. 13.900 sampai Rp. 14.000 sedangkan terhadap yen berkisar ¥ 110 sampai ¥ 118. 
Sampai tahun 1970 nilai tukar mata uang di seluruh dunia masih menggunakan nilai tukar tetap (fixed exchange rate) sesuai dengan sistem Bretton Wood, tapi sejak tahun 1971 sebagian negara terutama negara maju meninggalkan sistem ini dan menggunakan sistem nilai tukar mengambang. Indonesia dalam sejarahnya sejak 1970 menggunakan berbagai macam sistem.


1.            Sistem Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate )                           1970 - 1978
2.            Sistem Mengambang Terkendali                                          1978 - Juli 1997
3.            Sistem Mengambang Bebas (Free Floating Exchange Rate)    Agustus 1997 - Sekarang
Dalam sistem kurs tetap sesuai dengan UU no. 32 tahun 1964 Indonesia menganut kurs tetap yang dipatok sebesar  Rp. 250 / US $,  sedangkan nilai tukar mata uang lain dihitung berdasarkan kurs Rupiah terhadap US $. Untuk menjaga kestabilan nilai tukar ini BI melakukan intervensi aktif terhadap perdagangan valuta asing.  Pada tanggal 17 April 1970 pemerintah melakukan devaluasi Rupiah menjadi Rp. 378 / US $ , kemudian pada tanggal 21 Agustus 1971 dilakukan devaluasi lagi menjadi Rp. 415 / US $.  Pada tanggal15 Nopember 1978 pemerintah kembali mendevaluasi Rupiah menjadi Rp. 625 / US $ yang dikenal sebagai Kenop 15.

Setelah devaluasi rupiah pada tahun 1978 pemerintah mengganti sistem kurs mata uang menjadi sistem mengambang terkendali.  Dalam sistem ini nilai tukar rupiah didasarkan pada nilai sekeranjang mata uang (basket of currencies), maksudnya adalah nilai tukar rupiah tidak hanya didasarkan pada satu mata uang saja, tetapi beberapa mata uang yang berperan penting dalam perdagangan dengan Indonesia.  Masing-masing mata uang diberi bobot yang berbeda sesuai dengan peranannya dalam membiayai perdagangan Indonesia.  Pada sistem ini BI menetapkan kurs indikasi (spread) dan hanya akan melakukan intervensi bila kurs melewati batas indikasi. Meskipun begitu pemerintah tidak dapat menghindar dari melakukan devaluasi terhadap rupiah pada tanggal 30 Maret 1983 dari nilai Rp. 700 / US $ menjadi Rp. 970 / US $ dan tanggal 12 September 1986 dari nilai Rp. 1.334 /US $ menjadi Rp. 1664 /US $. Pada tanggal 14 Agustus 1997 pemerintah melepas kendali terhadap kurs rupiah akibat imbas dari krisis ekonomi.

Dengan sistem mengambang bebas maka nilai tukar rupiah terhadap US $ dan mata uang lainnya diserahkan kepada mekanisme pasar.  Pemerintah melalui BI tidak lagi melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah.  Tujuan dari diterapkannya sistem ini agar cadangan devisa Indonesia tidak habis, tetapi akibat dilepaskannya nilai kurs valuta asing terhadap rupiah mengakibatkan nilai tukar rupiah "
 terjun bebas ", dimana kenaikan terjadi setiap hari dari nilai tukar Rp. 2.300 /US $ naik menjadi Rp. 4.100 , kemudian  Rp. 5.500  sampai pada puncaknya di bulan April 1998 nilai tukar rupiah mencapai Rp. 17.200 / US $.  Artinya dalam 1 tahun terakhir nilai rupiah terdepresiasi hampir 750 %.
Nilai tukar rupaiah sekarang ini kembali menyentuh level Rp 14,000/US$ merupakan level terendah sejak krisis moneter 1998, jadi sangatlah wajar kalau efeknya sangat menghawatirkan di karenakan ketakutan krisis 98 terulang.

Kamis, 27 Agustus 2015

TURUNKAN HARGA BBM ADALAH JALAN PALING REALISTIS UNTUK MENYELAMATKAN RAKYAT DARI KRISIS, HARGA BENSIN PREMIUM SEKARANG SEBENARNYA BISA DI TURUNKAN JADI Rp 4.500/Liter

By: Raditya Reza
Peneyelamatan ekonomi Indonesia dari Krisis sekarang ini merupakan langkah yang sangat di perlukan secepat mungkin upaya pemerintah sekarang ini seolah hanya jadi retorika untuk mempertahankan pamor Politik yang  hanya menjadi wahana cari muka dan perang berebut simpati rakyat sehingga kesan pembela Rakyat tidak lepas dari para penguasa.
Banyak kebijakan yang di tempuh pemerintah sekarang ini tidak memberikat manfaat kongkrit yang di rasakan rakyat Indonesia, hal yang di butuhkan rakyat sekrang ini adalah hal yang langsung dirasakan seperti penurunan harga kebutuhan pokok, meminimalisasika  PHK masal oleh perusahaaan  perusahaan yang mempekerjakannya,  sehingga roda perekonomian rakyat bisa kembali berputar, jadikebijakan fiscal dan kebijakan moneter harus di ambil secara bersamaan.
Salah satunya adalah memanfaatkan momentum trend penurunan harga minyak mentah dunia yang sekarang ini sudah di bawah 40 US$ per Barelnya, dengan adanya hal tersebut pemerintah sebenarnya bisa menurunkan harga Premium samapai dengan Rp 4.500 Per Liternya, sehingga apabila BBM turun secara otomatis beban yang di pikul pengusaha akan lebih ringan dan bisa menekan biaya produksi yang akan berpengaruh pada penetapan harga, dengan demikian harga komoditi di pasaran akan turun.
Dengan turunnya harga maka masyarakat bisa kembali membeli kebutuhannya yang secara otomatis pengusaha pun akan kembali punya permintaan pasar yang harus di penuhi, sehingga sektor industry dan perdagangan akan kembali beroprasi dan roda ekonomi kembali bergerak.
menurut Ekonom senior dan Juga Mantan Menteri Koordinator Ekonomi (1999 - 2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001 -2004) Kwik Kian Gie:
Pak kwik menjelaskan bahwa seharusnya kita kelebihan uang dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, karena kita sebagai produsen.  Jadi harusnya kita menikmati keuntungan seperti negara produsen minyak lainnya di dunia….. Tapi apa yang terjadi ??? Indonesia justru makin menderita dengan kenaikan ini…. apa yang sebenarnya terjadi ???
 Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?
Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata “subsidi BBM” itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?
Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.
Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.
Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.
Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.
Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.
Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.
Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?
Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun. 
PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)
DATA DAN ASUMSI
Produksi : 1 juta barrel per hari
70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter
PERHITUNGAN 
Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
(19,375,500, 000 : 159) x 100 x 10.000= 121,900,000, 000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
40,624,500,000 x Rp. 3.870= 157,216,815, 000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar 35,316,815,000, 000
Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
liter bensin premium yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) 4,500
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
US $ 10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630
Apabila pendapat Kwik kian Gie tadi sebenarnya bisa di pakai pemerintah sebagai upaya kongkrit dan berdampak langsung pada perekonomian rakyat Indonesia, kita tunggu langkah pemerintah selanjutnya.






TAHUKAH KITA MENGAPA US $ MENJADI SATU SATUNYA PATOKAN NILAI MATA UANG DUNIA

TAHUKAH KITA MENGAPA US $ MENJADI SATU SATUNYA PATOKAN NILAI MATA UANG DUNIA
BY: Raditya reza
Dimulai dengan perjanjian Breton woods setelah perang dunian ke 2 dimana efeknya sangat terasa samapai sekarang ini, perjanjian tersebut mengcantumkan menggunakan emas sebagai standar global matauang. Pada saat itu ekonomi dunia porak poranda akibat perang kecuali Amerika Serikat, sehingga Negara di dunia sangat bergantung pada pinjaman dari Ameriaka Serikat.
Pinjaman pun di berikan pada Negara-negara di dunia dalam bentu US $, dengan jaminan Amerika menerima Emas dari Negara Negara tersebut, sehingga praktis hanya amerika yang menguasai emas di dunia dan hanya mata uang US $ yang mata uangnya di sokong oleh Emas.
Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yang bersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas.
Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional. uang Normalnya, sebuah Negara mendapat pendanaan salah satunya dengan memungut pajak dari rakyatnya. Namun, bagi Negara superpower mereka dapat memungut pajak dari Negara-negara lainnya. Itulah yang berabad-abad kita saksikan terjadi dalam imperium yunani, romawi, ottoman, dan bahkan hingga Inggris raya.
Namun, untuk pertama kalinya, Amerika serikat pada abad 20 bisa memajaki negara-negara lain dunia secara tidak langsung melalui beban inflasi penciptaan mata uang dollar yang tidak didukung dengan logam berharga. Mata uang dollar yang terdistribusi secara luas menempatkan Amerika pada tempat istimewa. Negara-negara lain harus berkeringat menyerahkan hasil buminya dari minyak, tuna, rotan, kayu, emas, tembaga sementara sang superpower cukup menukarnya dengan uang kertas yang bisa dicetak kapan saja dan tanpa memiliki nilai intrinsik sedikit pun. Risiko terjadinya inflasi dari penciptaan dollar yang berlebihan dengan cerdik dialihkan kepada 60 % lebih penduduk bumi yang menggunakan mata uang ini.
Stabilitas mata uang
Dalam perdagangan internasional tidak semua jenis mata uang memiliki legitimasi dan dapat dipergunakan secara luas. Negara berkembang misalnya, jarang yang menggunakan mata uang local untuk urusan transaksi internasional karena mata uang mereka dianggap volatile (tidak stabil). Lantaran itu, mereka menggunakan uang yang relative kuat seperti dollar.
Kriteria stabil ini perlu dites dan diteliti lebih lanjut. Apakah dollar benar-benar mewakili mata uang yang stabil? Banyak ekonom yang berpendapat selama itu masih berupa fiat money, dimanapun ia akan menyimpan bom waktu ketidakstabilan sepanjang masa. Salah satu argumen utamanya, karena pemerintah gampang tergoda menerbitkan uang dalam jumlah yang tak terbatas (unlimited) dengan konsekuensi meroketnya tingkat inflasi.
Bisa disimpulkan bila Amerika menikmati pendapatan yang luar biasa besar dari penciptaan uang ini atau yang dikenal dengan istilah seigniorage(Pendapatan dari penerbitan mata uang). Keuntungan dari penciptaan mata uang semakin besar ketika banyak pendukung yang mensirkulasikan mata uang dollar tersebut ke seluruh penjuru dunia. Karena itu, sangat tidak adil bagi kebanyakan Negara berkembang di mana para buruh bekerja membanting tulang hanya untuk mengejar pendapatan $2-$5 per hari, sementara The Fed dengan sangat leluasa bisa mencetak dollar hampir unlimited untuk membiayai anggaran belanja Negara dengan konsekuensi orang seluruh dunia pengguna dollar ikut “menyumbang” dengan membayar inflasi yang diakibatkannya. Dengan kata lain, pemerintah Amerika secara tidak langsung bisa memajaki pemegang dollar di seluruh dunia melalui skema anggaran yang terinflasi.
The Fed dapat leluasa mencetak Dollar
Tak dapat disangkal saat ini dollar AS menjadi mata uang yang paling banyak dipakai di penjuru bumi. Dollar tidak hanya dipakai dalam perdagangan internasional, tapi juga menjadi mata uang yang paling banyak disimpan secara resmi sebagai cadangan devisa oleh banyak negara.
Kenapa kebanyakan Negara berlomba-lomba menyimpan dollar, bukan euro, poundsterling, yen. Boleh jadi alasan tersebut karena dollar menjadi satu-satunya alat pembayaran untuk komoditi minyak (minyak merupakan sumber energi bagi negara manapun).
Alasan rasional lain karena peran Amerika sebagai mesin ekonomi dunia. Ketika kemudian dalam perdagangan dunia, impor AS melebihi ekspornya (diperkirakan 75% total impor dunia diserap oleh Amerika sendiri), tak pelak dollar membanjiri pasar dunia. Para eksportir dari belahan dunia menerima pembayaran impor dari mitra dagangnya dalam bentuk dollar. Kemudian mereka menukarkan sebagian dollar tersebut ke dalam mata uang domestik ke bank sentral. Ketika dollar masih di-back up dengan emas, sebagian aliran dollar itu oleh bank sentral kemudian dikonversi menjadi emas dengan menukarkannya ke bank sentral AS, The Fed.
Namun ketika tuntutan konversi dari dollar ke emas mulai menggunung dan mulai sulit dipenuhi, AS memainkan kartunya dengan menghentikan konvertibilitas Dollar sekaligus menandai ambruknya sistem Bretton woods yang menghargai 1 ons emas = 35 Dollar AS. Mulai saat itu juga para eksportir dari seluruh belahan dunia menerima pembayaran komoditinya dengan Dollar -uang kertas yang nominalnya tak segram pun didukung dengan emas.
Tiga indikator dasar
Kemampuan Dollar untuk terus bertahan menjadi alat pembayaran utama bisa dideteksi dari tingkat kepercayaan penggunanya. Kepercayaan tersebut sangat bergantung pada kemampuan AS dalam memelihara stabilitas dan kesinambungan fundamental ekonominya. Inflasi, pengangguran, dan tingkat hutang merupakan tiga indikator dasar yang dapat dijadkan acuan dalam menilai stabilitas fundamental ekonomi suatu Negara.
AS berhasil mengendalikan tingkat inflasinya sejak tahun 1982 dan seterusnya hingga tahun 2007 berfluktuasi tipis antara 1% hingga 6 %. Tingkat pengangguran dapat dikatakan dalam posisi yang moderat berkisar antara 4% hingga 9 % dengan catatan semakin menurun dari tahun ke tahun. Dari 2 indikator tersebut dapat dikatakan bahwa AS tidak memiliki masalah serius dalam fundamental ekonominya.
Namun bagaimana dengan tingkat hutang luar negerinya?? Total outstanding hutang AS dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 1998 jumlahnya mencapai 5,5 triliun dollar lebih dan meningkat menjadi 6,2 triliun di akhir tahun 2002. Bila sebelumnya AS dikenal sebagai Negara pemberi hutang, saat ini beralih menjadi Negara yang terjerat hutang yang tak terbayangkan. Bedanya, bila Negara-negara miskin harus berjuang sendirian untuk melunasi hutangnya, AS bisa mendapatkan solusi yang lebih elegan dengan melibatkan seluruh masyarakat dunia pengguna Dollar untuk bersama-sama menanggung inflasi yang diakibatkan Dollar tersebut.
Manipulasi pasar modal domestik
Robert Heller, anggota Federal Reserve Board , pada tahun 1989 mengeluarkan pernyataan bahwa atas nama stabilitas ekonomi, The Fed bisa saja membeli saham di pasar modal dalam jumlah besar untuk menstabilkan pasar dari ancaman inflasi akibat dari banyaknya jumlah Dollar yang beredar di masyarakat. Pernyataan ini sangat irasional karena terdapat berbagai persoalan teknis seperti, bagaimana cara The Fed (sebagai bank sentral) untuk masuk ke dalam mekanisme pasar modal.
Ide menstabilkan pasar ini mengingatkan kembali tentang keberadaan tim khusus untuk menangani pasar modal setelah terjadinya market crash 1987. Tim yang dikenal dengan WGFM (Working Group on Financial Market), didirikan pada tahun 1988, adalah tim ad hoc yang terdiri dari menteri keuangan, gubernur The Fed, ketua Securities and Exchange Commision (semacam Bappepam), dan ketua Commodity Futures Trading Commision. Tugas utama dari tim ini adalah untuk mangambil tindakan yang “dianggap perlu” untuk menjaga daya saing dari pasar uang AS.
Dalam kesempatan lain, Alan Greenspan pernah menyatakan bahwa The Fed juga melakukan upaya-upaya lain yang disebut“unconventional method” untuk menstabilkan ekonomi. Tidak menjelaskan secara terperinci apa maksud metode yang tidak konvensional itu, namun sumber yang tidak mau disebut nama dari The Fed mengakui langkah yang dimaksud adalah mengordinasikan korporasi-korporasi AS untuk saling memborong saham korporasi AS lainnya dalam rangka menarik Dollar yang beredar “terlalu banyak” di masyarakat.
Kesimpulan
Ketika suatu sistem dipimpin oleh pihak yang kurang tepat, maka akan hadir kebijakan yang tidak adil. Faktanya, AS adalah satu-satunya Negara yang dapat mencetak mata uangnya sendiri tanpa khawatir akan meroketnya tingkat inflasi.
Sistem ini tidak disia-siakan oleh AS. Kemampuannya mencetak uang tanpa batas telah memicu kemauan pemimpin Negara tersebut untuk menjadi rakus akan kekuatan yang dibuktikan dengan menjadi promotor perang Irak, menciptakan konspirasi kemiskinan di Darfur, serta menjaga ketidakstabilan perdamaian timur tengah yang kesemuanya itu dilakukan melalui mesin-mesin perangnya.
Menjadikan fiat money yang tak sedikit pun di-back up dengan logam mulia bagaikan menyimpan bom waktu yang siap meledak kapan saja. Hal tersebut terjadi ketika disekuilibrium ekonomi tak tertahankan lagi seperti peristiwa great depressionyang melanda AS dan krisis moneter yang menghantam seluruh Negara Asia tenggara. Ekonom-ekonom dunia memahami dengan baik fakta tersebut namun yang mereka lakukan justru tetap mempertahankan fiat money dan sekedar menunda terjadinya krisis keuangan berikutnya.
Pertanyaannya, perlukah kita kembali memilih standar emas atau sistem yang mendekati seperti mekanisme Bretton Woods dulu?


Rabu, 26 Agustus 2015

Nilai tukar rupiah terhadap dolar sebenarnya 14 juta rupiah per 1 US $


Nilai tukar rupiah terhadap dolar sebenarnya 
14 juta rupiah per 1 US $
by:Rditya Reza
Ketika ditanya berapa nilai tukar rupiah sekarang orang pasti akan menjawab kisaran 14.000 rupiah per 1 US  $, tetapi angka yang sebenarnya adalah 14.000.000 Rupiah per 1 US Dolar, koq bisa???
kalau di kaitkan dengan peristiwa pemotongan nilai uang (Senering) yg ke tiga pada tanggal 13 desember 1965 dimana pemerintah mengeluarkan kebijakan memotong nilai mata mata uang 1000 rupiah menjadi 1 rupiah, maka kalau di kalkulasikan 14.000 sekarang sebenernya berbanding lurus dengan 14.000.000 Rupiah.
Peristiwa senering tersebut tidak pernah terjadi lagi sampai saat ini walaupun nilai rupiah terus terdepresiasi seperti tahun 1998 dan sekarang ini tahun 2015, tetapi kebijakan itu bukanya tidak mungkin di lakukan lagi kalau melihat situasi ekonomi yang semakin terpuruk terutama melihat terus merangkaknya harga kebutuhan masyarakat di dalam negri yang sudah mendekati stardar harga internasional tapi tidak di barengi dengan daya beli masyarakat yang masih standar lokal dan kecil.
Dengan adanya hal tersebut sebenarnya untuk situasi sekarang ini kemungkinan  hal tersebut memang sangatlah kecil dan nyaris tidak mungkin, tetapi alangkah baiknya kita mencoba melihatnya dari sudut pandang yang lain yaitu dengan berpikir betapa rapuhnya nilai tukar sebuah mata uang.
Untuk melindungi nilai aset kita sebaiknya kita mulai berpikir menyimpan aset kita dalam bentuk yang lain yang tahan terhadap inflasi dan penurunan nilai, salah satunya adalah menyimpannya dalam bentuk Logam mulia atau Emas.Situasi sekarang ini Emas merupakan Pelindung nilai dan aset yang aman, apalagi dengan adanya trend penurunan harga Emas sekarang ini merupakan momentum yang tepat untuk membelinya.
Tidak ada kerisis yang tidak berlalu, tetap tenang tapi waspada dalam menyikapi situasi sekarang ini, semoga semuanya bisa cepat kembali pulih……amin.



Selasa, 25 Agustus 2015

SIAPKAH KITA MENGHADAPI APABILA KRISIS TERJADI

Siapkah kita mengahdapai krisis?
langkah apa yang bisa di lakukan
by: Raditya Reza
Krisis ekonomi sekarang ini senantiasa menghantui semua Negara di dunia tidak terkecuali dengan Indonesia, berbagai factor yang menyebabkan hal itu kemungkinan bisa benar benar terjadi walaupun sebenarnya sekarang ini belum memasuki masa kerisis ekonomi tetapi masih di fase penurunan pertumbuhan ekonomi saja.
Tetapi tidak ada salahnya dengan adanya penurunan laju pertumbuhan ekonomi ini kita mulai berpikir tentang hal hal yang harus kita lakukan apabila krisis itu benar benar terjadi sebab pada perinsipnya dengan system ekonomi gelobal seperti sekarang ini yang namanya krisis itu bisa terjadi kapan saja, jadi tidak hanya saat sekarang ini, namun memang yang saat ini terjadi peluang krisis ekonomi seperti yang pernah di alami tahun 1998 sudah di depan mata, walaupun berbagai pihak menyangkal akan terjadi hal tersebut, tetapi beberapa indikasi menuju kearah sana sudah mulai Nampak terjadi.
Salah satu inflikasinya adalah nilai rupiah yang terus menurun tajam menyentuh level terendah sejak kerisis 98, yang secara langsung memukul bidang industry dan perdagangan Indonesia yang masih sangat tergantung dari impor sehingga sudah mulai terjadi PHK terhadap karyawan meskipun masih banyak perusahaan yang bertahan dengan melakukan berbagai langkah efisiensi seperti pengurangan shift kerja, penghapusan lembur dan banyak hal untuk tetap bertahan, tapi pertanyaannya sampai kapan mereka mampu bertahan.
Lankah langkah yang harus di siapkan
Menghadapai situasi sekarang ini tidak ada seorang ahli dan pakar ekonomi manapun yang mampu menjamin perlambatan ekonomi ini akan segera pulih atau terus berlanjut sebab terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya baik secara gelobal, regional maupun sekala nasional.
Dengan hal tersebut di atas sebagai seorang individu hendaknya kita mulai berpikir langkah antisipatif apa yang harus kita tempuh dalam menghadapi situasi ini, sebagi persiapan apabila hal yang terburuk terjadi, sekecil  apapun persipan yang kita miliki, itu jauh lebih baik daripada tidak ada persiapan sama sekali.
Langkah kecil yang bisa kita lakukan:
1.    Tetap berpikir tenang dan optimisme harus tetap di jaga, jangan terlalu panik menghadapi situasi ini.
2.    Mulai menilai aset dan kewajiban yang kita miliki, apakah aset kita mencukupi untuk membayar kewajiban yang ada, terutama bagi para karyawan atau pekerja apakah tabungan kita sudah mencukupi untuk membayar kewajiban kewajiban kita apabila perusahaan kita bekerja sudah tidak sanggup lagi mempekerjakan kita.
3.    Mulai lah berpikir mengolah dan mengembangkan aset yang kita miliki sekarang ini agar kewajiban kita bisa terpenuhi tanpa harus kehilangan aset tersebut.
4.    Mulai memeilih dan menjajaki peluang peluang apa saja yang bisa di lakukan, dengan cara membuka kembali semua jendela informasi dan komunikasi yang menunjang hal tersebut.
5.    Pilih investasi yang bisa melindungi nilai dan aset yang kita miliki, dengan memilih wadah investasi yang resikonya rendah.
6.    Hindari sepekulasi investasi, jangan ikut berspekulasi karena tergiur keuntungan apabila kita belum paham betul resiko investasi tersebu, ingat semakin besar keuntungan maka semakin besar pula resiko yang di hadapinya.

Semua langkah sederhana tersebut hendaknya mulai kita lakukan karena apapun bisa terjadi dalam situasi sekarang ini, dan sekarang ini sebaiknya kita tidak menutup mata dan telinga karena merasa kita tidak akan terdampak dari situasi ekonomi sekarang ini.

Senin, 24 Agustus 2015

Semoga di beri kekuatan......


Bagaimana nasibmu selanjutnya RUPIAHHHHH………
Rupiah hari ini kembali tertekan. Kinerja mata uang Garuda menembus level psikologis Rp 14.000 akibat terkoreksinya bursa saham dalam negeri. Sementara belum ada sentimen internal yang bisa mengangkat rupiah.
Di pasar spot, Senin (24/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah 0,78% ketimbang akhir pekan lalu menjadi Rp 14.050. Begitu juga di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah meluncur 0,74% ke Rp 13.998.
Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank BNI Tbk menjelaskan, pelemahan rupiah masih disebabkan oleh devaluasi yuan. Sehingga, bursa Shanghai pun anjlok 8,49% menjadi 3.209,91.
Merosotnya kinerja bursa China juga turut menyeret bursa saham domestik. Lihat saja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 3,97% menjadi 4.163,73.
“Ada kekhawatiran pasar terhadap negara-negara berkembang. Termasuk Indonesia, sehingga terjadi capital outflow,” ujarnya.
Senada, analis PT Monex Investindo Futures Faisyal menjelaskan, pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen negatif devaluasi yuan. Padahal, di saat yang sama, dollar AS sedang melemah. Pada Senin (24/8) indeks dollar AS turun 0,74% menjadi 94,304.
“Tapi rupiah belum mampu memanfaatkan momentum dollar AS yang koreksi,”