Mau jadi bupati…..wani piro mas?
Mahar politi merusak demokrasi
Sungguh sebuah hal
yang sangat kontardiktif dengan semangat demokrasi, ketika sebuah system di
buat agar rakyat menjadi raja di negrinya, melalui pesta demokrasi yaitu
pemilu.
Peneliti Para
Syndicate Toto Sugiarto menilai, mahar politik masih tercium dalam pemilihan
kepala daerah serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015. Praktik elite
partai politik yang meminta sejumlah uang kepada calon yang akan diusung
diyakini akan mengancam keberlangsungan pilkada.
"Sekarang sudah
tak boleh lagi ada mahar politik. Tetapi ternyata kita dikagetkan, dengan
adanya bakal calon kepala daerah di sejumah tempat yang dimintai mahar oleh
parpol," kata Toto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Toto mencatat, setidaknya
sudah ada dua orang yang terang-terangan mengaku dimintai mahar politik oleh
parpol yang akan mengusungnya. Pertama, kata dia, adalah Ketua DPC Gerindra
Toba Samosir Asmadi Lubis yang mengaku dimintai mahar sebesar 2,5 miliar.
(baca: Diminta
"Mahar" Politik, Sebastian Salang Batal Jadi Calon Bupati)
Kedua, Koordinator
Forum Masyarakat Peduli Parlemen Sebastian Salang yang dimintai mahar oleh
parpol saat akan maju sebagai calon Bupati Manggarai, NTT.
"Keduanya
akhirnya batal untuk maju," ucap Toto. (Baca: Kubu Aburizal:
Banyak Calon Kepala Daerah Golkar Tersandera "Mahar" Politik)
Toto meyakini, masih
banyak bakal calon kepala daerah lain mengalami hal yang sama dengan Asmadi dan
Salang. Hanya, kata dia, mereka mau saja mengikuti keinginan partai politik
untuk menyerahkan mahar.
"Hal yang
dialami Asmadi dan Sebastian Salang ini, saya yakin cuma fenomena gunung
es," ucap Toto. (baca: Tim Penjaring
Calon Kepala Daerah Golkar Bantah Tetapkan Mahar Politik)
Dengan mahar yang
besar, Toto meyakini, ketika terpilih nanti, mereka tidak akan mementingkan
masyarakat yang sudah memilihnya. Sebaliknya, kata dia, kepala daerah justru
akan mengupayakan berbagai cara untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan
sebagai mahar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar