Sabtu, 22 Agustus 2015

KENALI PERHIASAN EMAS ANDA SEBELUM MEMBELI..... AWAS TERTIPU!!!!

JANGAN TERTIPU PADA SAAT MEMBELI PERHIASAN EMAS
Emas adalah salah satu logam mulia yang sangat di gemari sejak zaman dahulu, terutama yang sudah berbentuk perhiasan seperti kalung, cincin, gelang, antin-anting dan lain sebagainya.
Pada saat membeli perhiasan di toko emas sebaiknya kita meneliti terlebih dahulu kadar emas yang terkandung dalam perhiasan tersebut, jangan sampai kita silau dengan bentuk dan motif perhiasannya saja kita juga harus memperhatikan kadar emas yang terkandung di dalamnya, sehingga secara kasat mata kita bisa tahu berapa kadar emas yang terkandung di dalam perhiasan yang kita beli.
Di setiap perhiasan biasanya ada kode angka yang tercetak dengan ukuruan kecil, contoh di perhiasan kalung emas biasanya tercetak di bagian pipih pengaitnya, cincin tercetak di bagian bawah/dalam lingkarannya, untuk jenis yang lain biasa berbeda-beda letak penulisannya.
Dengan melihat kode tersebut di harapkan kita tidak tetipu oleh ulah penjual emas yang nakal karena kode tersebut merupakan gambaran kadar emas yang terkandung di dalamnya, sehingga kita tahu apakah perhiasan yang kita beli itu termasuk emas tua atau muda
Kadar emas dapat kita kenali dengan melihat kode angka/ logo/ cap dari pabrik pembuatnya. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat kode angka tersebut.

Kode Angka Emas Muda

300 = 30 % , 333 = 33,3 % , 375 = 37,5 %, 420 = 42 %, 585 = 58,5 % dan seterusnya.

Kode Angka Emas Tua

700 = 70 %, 750 = 75 %, 875 = 87,5 % , 916 = 91,6 % dan seterusnya.

Selain dari kadar emasnya, perbedaan lainnya adalah tentu saja dari harganya yang berbeda. Tentu saja itu pun dipengaruhi  juga oleh model dan ongkos pembuatannya.
Ada yang mengatakan Emas Muda kadar emasnya dibawah 42 %  dan Emas Tua kadar emasnya diatas 42 %. Oke anggap itu benar. Tapi saya pribadi punya pendapat lain lagi.
Menurut opini saya, Emas Muda adalah emas dengan kadar emas dibawah 70% dan Emas Tua mempunyai kadar emas diatas 70 %. Apa alasannya?
Begini masbro dan mbaksis sekalian, Emas Tua dengan kadar 70 % keatas, jika kita jual ke pedagang emas/toko emas lain harganya tidak terlalu jatuh. Misal emas 22 dengan kadar 70 % kita jual ke
toko lain, penawaran dari mereka sekitar 66-68 % dikali harga pasaran emas saat itu. Sedangkan  untuk emas muda jika kita jual ke pedagang emas/toko lain harganya akan jatuh sekali. Misal emas dengan kadar 42 % jika kita jual ke toko lain, tawarannya paling berani 33 % dikali harga pasaran emas pada saat itu.  Cukup jauh kan selisihnya ? Bahkan ada toko yang menolak membeli emas muda, selain dari yang dijual di tokonya sendiri.

Apakah yang dimaksud dengan karat?

Karat adalah satuan untuk menyatakan kadar emas dalam suatu benda yang terbuat dari emas. Karat berbeda dengan berat. Kian tinggi kadar emas suatu benda maka harganya akan kian mahal. Satu gram emas 22 karat lebih mahal dibanding emas 18 karat. Untuk satuan berat negara Indonesia menerapkan satuan metric gram (gr) dan kilogram (kg). Satuan berat tersebut berbeda-beda di tiap-tiap negara, sebagai contoh di Amerika dan Negara-negara Eropa mereka memakai satuan oz.

Konversi satuan berat oz ke gram

1 oz = 31,10347689 gr
1000 gr = 32,1507465 oz

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) no : SNI 13-3487-2005 standar karat emas dapat ditentukan seperti di bawah ini :

Karat /Tingkat kemurnian
24 K 99.00% -99.99%
23 K 94.80% -98.89%
22 K 90,60% -94,79%
21 K 86,50% -90,59%
20 K 82,30% -86,49%
19 K 78,20% -82,29%
18 K 75,40% -78,19%

Misalnya Anda memiliki emas seberat 10 gr -22K artinya Anda mempunyai : 22 / 24 dikali 10 gr = 9,1 gr emas murni. Sisa 0,9 gr merupakan bahan campuran yang menjadikan nilai emas Anda 22 K. Semakin rendah karat emas, semakin banyak logam campuran yang ada di dalamnya. Pada perhiasaan 18 K campuran tersebut dapat berbentuk perak dan atau tembaga. Inilah yang membuat harga emas dengan karat dibawah 24K berbeda antara satu toko dan toko lainnya,

Rumus menghitung berat emas murni berdasarkan karat :
Karat emas / 24 x berat emas = berat emas murni, tergantung pula bagaimana toko menaksir kadar emas. Kebanyakan jika menggunakan campuran perak, maka harga emas akan lebih mahal dibanding jika menggunakan logam lain. Standar karat pada perhiasaan pada umumnya berkisar pada 18 K -22 K. Hal ini dimaksudkan supaya perhiasan emas tak gampang rusak, sebab emas murni mempunyai tingkat kelenturan yang tinggi. Emas murni sebenarnya mudah patah atau rusak, maka dibutuhkan logam lain untuk memperkuat.

Bila Anda memiliki kalung emas seberat 5 gr -18 K, bagaimanakah cara Anda mengetahui bahwa kalung tersebut memang mengandung emas murni seberat 3,75 gr? Di sini Anda akan menjumpai kesulitan. Tidak ada jaminan kepastian bahwa memang benar emas yang terkandung telah sesuai dengan ketentuan dari Standar Nasional Indonesia.

Rata-rata perhiasan emas 18K tak memiliki sertifikat yang menjamin keaslian serta kadar emas yang terkandung di dalamnya. Dampak dari tidak adanya sertifikat adalah bisa saja sewaktu Anda hendak menjual kembali, Anda akan memperoleh harga yang jauh lebih rendah dengan alasan kadar emas perhiasan Anda tidak sama seperti yang Anda sampaikan. Anda tidak memiliki bukti yang kuat karena tidak adanya sertifikat.

Sementara itu emas logam mulia adalah emas 24K (.9999) yang telah disertai dengan sertifikat yang menyatakan spesifikasi dan keaslian produk. Sertifikat tersebut tak dapat dikeluarkan oleh perusahaan secara sembarangan, hanya badan pemurnian emas yang memegang akreditasi oleh 4 asosiasi pedagang emas logam mulia dunia yang berhak memurnikan dan mengeluarkan sertifikat keaslian.
Apabila anda masih bingung dengan perhitungan di atas ada cara yang mudah dan akurat, anda coba dating ke Pegadaian di situ perhiasaan anda pasti akan di hitung kadarnya oleh petugas penaksir yang sudah mahir, dan taksiran ukuran emas pasti mereka tahu, emas muda pasti di taksir dengan harga murah berbeda dengan emas tua, soal menggadaikan dan tidaknya terserah anda…..
Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar