Senin, 24 Agustus 2015

NILAI RUPIHA SEMAKIN TERPURUK APAKAH KERISIS EKONOMI A1998 AKAN KEMBALI MELANDA

NILAI RUPIHA SEMAKIN TERPURUK
APAKAH KERISIS EKONOMI A1998 AKAN KEMBALI MELANDA
Semakin terpuruknya nilai rupiah terhadap dolar semakin menghawatirkan dan tidak rasional , hal tersebut memunculkan ketakutan kerisis 1998 akan terulang lagi di tahun 2015, hal tersebut wajar wajar saja tetapi sebaiknya kita tidak terlalu menanggapinya terlalu reaktif seperti halnya th 98, sebab posisi saat itu berbeda terutama di bidang perbankan, sekarang iini peraturan peraturan pemerintah dan kebijakan pemerintah terhadap perbankan lebih ketat dan cendrung berpengalaman menghadapi krisis yang lalu.
Pertanyaan nya sekarang adalah sampai sejauh mana system perekonomian dan perbangkan menghadapi merosotnya nilai tukar rupiah yang secara langsung akan berdampak luas, apakah dengan nilai tukar rupiah kalau menyentuh level 15.500 kita akan tetap tahan dan langkah kongkrit apa yang akan di tempuh pemerintah untuk membendung hal tersebut agar tidak terjadi.
Kurs nilai Rupiah hari ini
Nilai tukal rupiah semakin melemah di pembukaan perdagangan pada awal pekan terakhir bulan ini. Di pasar spot antarbank, hari ini, Senin 24 Agustus 2015, rupiah terus melemah setelah tembus di atas Rp14.000 per dolar Amerika Serikat, sejak akhir pekan lalu. 
situs resmi Bank Central Asia, US$1 dijual Rp14.150, harga beli yang dipatok, yaitu Rp13.850 per dolar AS. Kurs tersebut, berlaku untuk transaksi valuta asing (valas) yang dilakukan langsung di counter kantor BCA.
Sementara itu, transaksi yang menggunakan e-Channel, dolar AS dijual Rp14.030 per dolar AS, dan harga beli dipatok Rp13.970 per dolar AS. Sedangkan, transaksi yang menggunakan Bank Notes, dolar dijual Rp14.120 per dolar dan bank membelinya dengan harga Rp13.820 per dolar. 
Tidak hanya di bank swasta, berdasarkan situs resmi Bank Mandiri, dolar AS yang pada pekan lalu dijual masih sekitar Rp13.900, hari ini dibanderol Rp14.082 per dolar AS. Harga beli yang dipatok Mandiri, yaitu Rp13.868 per dolar AS. 
Bank Negara Indonesia (BNI) mematok lebih rendah dolar yang dijual, yaitu Rp14.075 per dolar AS. Untuk pembelian dolar, bank tersebut mematoknya lebih tinggi ketimbang Bank Mandiri yaitu di kisaran Rp13.925 per dolar AS. 
Berdasarkan hal tersebut kemungkian aka nada campur tangan pemerintah dengan melakukan intervensi sehingga nilai tukar rupiah di akhir penutupan kemungkinan akan menguat walaupun sangat lemah………semoga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar