NILAI RUPIHA SEMAKIN TERPURUK
APAKAH KERISIS EKONOMI A1998 AKAN KEMBALI
MELANDA
Semakin terpuruknya
nilai rupiah terhadap dolar semakin menghawatirkan dan tidak rasional , hal
tersebut memunculkan ketakutan kerisis 1998 akan terulang lagi di tahun 2015,
hal tersebut wajar wajar saja tetapi sebaiknya kita tidak terlalu menanggapinya
terlalu reaktif seperti halnya th 98, sebab posisi saat itu berbeda terutama di
bidang perbankan, sekarang iini peraturan peraturan pemerintah dan kebijakan
pemerintah terhadap perbankan lebih ketat dan cendrung berpengalaman menghadapi
krisis yang lalu.
Pertanyaan nya
sekarang adalah sampai sejauh mana system perekonomian dan perbangkan
menghadapi merosotnya nilai tukar rupiah yang secara langsung akan berdampak
luas, apakah dengan nilai tukar rupiah kalau menyentuh level 15.500 kita akan
tetap tahan dan langkah kongkrit apa yang akan di tempuh pemerintah untuk
membendung hal tersebut agar tidak terjadi.
Kurs nilai Rupiah hari
ini
Nilai tukal rupiah
semakin melemah di pembukaan perdagangan pada awal pekan terakhir bulan ini. Di
pasar spot antarbank, hari ini, Senin 24 Agustus 2015, rupiah terus melemah
setelah tembus di atas Rp14.000 per dolar Amerika Serikat, sejak akhir pekan
lalu.
situs resmi Bank Central Asia, US$1 dijual Rp14.150, harga beli
yang dipatok, yaitu Rp13.850 per dolar AS. Kurs tersebut, berlaku untuk
transaksi valuta asing (valas) yang dilakukan langsung di
counter kantor BCA.
Sementara itu, transaksi yang menggunakan e-Channel, dolar AS
dijual Rp14.030 per dolar AS, dan harga beli dipatok Rp13.970 per dolar AS.
Sedangkan, transaksi yang menggunakan Bank Notes, dolar dijual Rp14.120 per
dolar dan bank membelinya dengan harga Rp13.820 per dolar.
Tidak hanya di bank swasta, berdasarkan situs resmi Bank
Mandiri, dolar AS yang pada pekan lalu dijual masih sekitar Rp13.900, hari ini
dibanderol Rp14.082 per dolar AS. Harga beli yang dipatok Mandiri, yaitu
Rp13.868 per dolar AS.
Bank Negara Indonesia (BNI) mematok lebih rendah dolar yang
dijual, yaitu Rp14.075 per dolar AS. Untuk pembelian dolar, bank tersebut
mematoknya lebih tinggi ketimbang Bank Mandiri yaitu di kisaran Rp13.925 per
dolar AS.
Berdasarkan hal tersebut kemungkian aka nada campur tangan
pemerintah dengan melakukan intervensi sehingga nilai tukar rupiah di akhir
penutupan kemungkinan akan menguat walaupun sangat lemah………semoga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar