Siapkah kita mengahdapai krisis?
langkah
apa yang bisa di lakukan
by:
Raditya Reza
Krisis
ekonomi sekarang ini senantiasa menghantui semua Negara di dunia tidak
terkecuali dengan Indonesia, berbagai factor yang menyebabkan hal itu
kemungkinan bisa benar benar terjadi walaupun sebenarnya sekarang ini belum
memasuki masa kerisis ekonomi tetapi masih di fase penurunan pertumbuhan
ekonomi saja.
Tetapi
tidak ada salahnya dengan adanya penurunan laju pertumbuhan ekonomi ini kita
mulai berpikir tentang hal hal yang harus kita lakukan apabila krisis itu benar
benar terjadi sebab pada perinsipnya dengan system ekonomi gelobal seperti
sekarang ini yang namanya krisis itu bisa terjadi kapan saja, jadi tidak hanya
saat sekarang ini, namun memang yang saat ini terjadi peluang krisis ekonomi
seperti yang pernah di alami tahun 1998 sudah di depan mata, walaupun berbagai
pihak menyangkal akan terjadi hal tersebut, tetapi beberapa indikasi menuju kearah
sana sudah mulai Nampak terjadi.
Salah
satu inflikasinya adalah nilai rupiah yang terus menurun tajam menyentuh level
terendah sejak kerisis 98, yang secara langsung memukul bidang industry dan
perdagangan Indonesia yang masih sangat tergantung dari impor sehingga sudah
mulai terjadi PHK terhadap karyawan meskipun masih banyak perusahaan yang
bertahan dengan melakukan berbagai langkah efisiensi seperti pengurangan shift
kerja, penghapusan lembur dan banyak hal untuk tetap bertahan, tapi
pertanyaannya sampai kapan mereka mampu bertahan.
Lankah
langkah yang harus di siapkan
Menghadapai
situasi sekarang ini tidak ada seorang ahli dan pakar ekonomi manapun yang
mampu menjamin perlambatan ekonomi ini akan segera pulih atau terus berlanjut
sebab terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya baik secara gelobal,
regional maupun sekala nasional.
Dengan
hal tersebut di atas sebagai seorang individu hendaknya kita mulai berpikir
langkah antisipatif apa yang harus kita tempuh dalam menghadapi situasi ini,
sebagi persiapan apabila hal yang terburuk terjadi, sekecil apapun persipan yang kita miliki, itu jauh
lebih baik daripada tidak ada persiapan sama sekali.
Langkah
kecil yang bisa kita lakukan:
1. Tetap berpikir tenang dan optimisme harus
tetap di jaga, jangan terlalu panik menghadapi situasi ini.
2. Mulai menilai aset dan kewajiban yang
kita miliki, apakah aset kita mencukupi untuk membayar kewajiban yang ada,
terutama bagi para karyawan atau pekerja apakah tabungan kita sudah mencukupi
untuk membayar kewajiban kewajiban kita apabila perusahaan kita bekerja sudah
tidak sanggup lagi mempekerjakan kita.
3. Mulai lah berpikir mengolah dan
mengembangkan aset yang kita miliki sekarang ini agar kewajiban kita bisa terpenuhi
tanpa harus kehilangan aset tersebut.
4. Mulai memeilih dan menjajaki peluang
peluang apa saja yang bisa di lakukan, dengan cara membuka kembali semua
jendela informasi dan komunikasi yang menunjang hal tersebut.
5. Pilih investasi yang bisa melindungi
nilai dan aset yang kita miliki, dengan memilih wadah investasi yang resikonya
rendah.
6. Hindari sepekulasi investasi, jangan
ikut berspekulasi karena tergiur keuntungan apabila kita belum paham betul
resiko investasi tersebu, ingat semakin besar keuntungan maka semakin besar
pula resiko yang di hadapinya.
Semua
langkah sederhana tersebut hendaknya mulai kita lakukan karena apapun bisa terjadi
dalam situasi sekarang ini, dan sekarang ini sebaiknya kita tidak menutup mata
dan telinga karena merasa kita tidak akan terdampak dari situasi ekonomi
sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar