Selasa, 25 Agustus 2015

SIAPKAH KITA MENGHADAPI APABILA KRISIS TERJADI

Siapkah kita mengahdapai krisis?
langkah apa yang bisa di lakukan
by: Raditya Reza
Krisis ekonomi sekarang ini senantiasa menghantui semua Negara di dunia tidak terkecuali dengan Indonesia, berbagai factor yang menyebabkan hal itu kemungkinan bisa benar benar terjadi walaupun sebenarnya sekarang ini belum memasuki masa kerisis ekonomi tetapi masih di fase penurunan pertumbuhan ekonomi saja.
Tetapi tidak ada salahnya dengan adanya penurunan laju pertumbuhan ekonomi ini kita mulai berpikir tentang hal hal yang harus kita lakukan apabila krisis itu benar benar terjadi sebab pada perinsipnya dengan system ekonomi gelobal seperti sekarang ini yang namanya krisis itu bisa terjadi kapan saja, jadi tidak hanya saat sekarang ini, namun memang yang saat ini terjadi peluang krisis ekonomi seperti yang pernah di alami tahun 1998 sudah di depan mata, walaupun berbagai pihak menyangkal akan terjadi hal tersebut, tetapi beberapa indikasi menuju kearah sana sudah mulai Nampak terjadi.
Salah satu inflikasinya adalah nilai rupiah yang terus menurun tajam menyentuh level terendah sejak kerisis 98, yang secara langsung memukul bidang industry dan perdagangan Indonesia yang masih sangat tergantung dari impor sehingga sudah mulai terjadi PHK terhadap karyawan meskipun masih banyak perusahaan yang bertahan dengan melakukan berbagai langkah efisiensi seperti pengurangan shift kerja, penghapusan lembur dan banyak hal untuk tetap bertahan, tapi pertanyaannya sampai kapan mereka mampu bertahan.
Lankah langkah yang harus di siapkan
Menghadapai situasi sekarang ini tidak ada seorang ahli dan pakar ekonomi manapun yang mampu menjamin perlambatan ekonomi ini akan segera pulih atau terus berlanjut sebab terlalu banyak faktor yang bisa mempengaruhinya baik secara gelobal, regional maupun sekala nasional.
Dengan hal tersebut di atas sebagai seorang individu hendaknya kita mulai berpikir langkah antisipatif apa yang harus kita tempuh dalam menghadapi situasi ini, sebagi persiapan apabila hal yang terburuk terjadi, sekecil  apapun persipan yang kita miliki, itu jauh lebih baik daripada tidak ada persiapan sama sekali.
Langkah kecil yang bisa kita lakukan:
1.    Tetap berpikir tenang dan optimisme harus tetap di jaga, jangan terlalu panik menghadapi situasi ini.
2.    Mulai menilai aset dan kewajiban yang kita miliki, apakah aset kita mencukupi untuk membayar kewajiban yang ada, terutama bagi para karyawan atau pekerja apakah tabungan kita sudah mencukupi untuk membayar kewajiban kewajiban kita apabila perusahaan kita bekerja sudah tidak sanggup lagi mempekerjakan kita.
3.    Mulai lah berpikir mengolah dan mengembangkan aset yang kita miliki sekarang ini agar kewajiban kita bisa terpenuhi tanpa harus kehilangan aset tersebut.
4.    Mulai memeilih dan menjajaki peluang peluang apa saja yang bisa di lakukan, dengan cara membuka kembali semua jendela informasi dan komunikasi yang menunjang hal tersebut.
5.    Pilih investasi yang bisa melindungi nilai dan aset yang kita miliki, dengan memilih wadah investasi yang resikonya rendah.
6.    Hindari sepekulasi investasi, jangan ikut berspekulasi karena tergiur keuntungan apabila kita belum paham betul resiko investasi tersebu, ingat semakin besar keuntungan maka semakin besar pula resiko yang di hadapinya.

Semua langkah sederhana tersebut hendaknya mulai kita lakukan karena apapun bisa terjadi dalam situasi sekarang ini, dan sekarang ini sebaiknya kita tidak menutup mata dan telinga karena merasa kita tidak akan terdampak dari situasi ekonomi sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar